Wednesday, June 19, 2013

Tugas Sekolah : Dakwah Agama Islam

http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v2/y4/r/-PAXP-deijE.gif TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
      DAKWAH
            

             Nama          : Pristyanti R.J.
             No     : (14)
             Kelas : XI IPS3


Islam Lebih Dulu Memuliakan Wanita
Assalamu’alaikum wr. wb.
الحمد لله الملك الحق المبين, الذي حبانا بالإيمان واليقين. اللهم صل على سيدنا محمد, خاتم الأنبياء والمرسلين, وعلى آله الطيبين, وأصحابه الأخيار أجمعين, ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد
Kaum Muslimin wal Muslimat, pada kesempatan kali ini, perkenankanlah saya menyampaikan sebuah dakwah yang berjudul “Islam Lebih Dulu Memuliakan Wanita”
Kepada para ikhwan, Sudah sejauh mana rasa hormat kita kepada Wanita? Ingatlah kedudukan lebih tinggi. Bahasa dari wanita hanya berlaku ketika justru dapat * Melindungi dan membawa Wanita kedudukan mulia baik sebagai Anak, Remaja, Suami terlebih sebagai Ayah.
Pada tanggal 21 April Bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini, yaitu seorang Tokoh Pahlawan nasional ini yang telah berhasil memperjuangkan martabat nya seorang Wanita ketingkat yang lebih Tinggi. Sejarah Bangsa Indonesia mencatat bahwa jaman penjajahan wanita berada di tingkat lebih rendah, tidak boleh mengenyam Pendidikan dan tak bisa terlibat dalam, pemerintahan. Sayangnya masa itu tujuannya bukan karena memuliakan wanita, melainkan lebih menganggap sebagai wanita budak.
Baru penghasilan kena pajak perjuangan Kartini Bangsa Indonesia terbuka wawasannya bahwa wanita dapat berperan aktif aalam, pendidikan dan pemerintahan tanpa harus meninggalkan kodratnya sebagai manusia.
Tanpa mengecilkan semangat nihil sebenarnya ada yang benar-benar telah mengangkat martabat wanita jauh 14 abad yang lalu Rasulullah SAW yaitu lewat ajaran Agama Islam.
Islam memandang sama manusia kecuali ketaatannya.
Kesetaraan Suami yang selama inisial kurang diekspose oleh media secara benar, Islam menyamakan * Semua derajat manusia kecuali ketaatannya. Sekiranya lelaki lebih tinggi, kedudukannya dibanding Wanita bukan untuk menjadi otoriter melainkan menjadi pemimpin untuk * Melindungi Wanita. Dan dalam Islam, seorang muslimah senantiasa mengingat kodratnya sebagai Wanita Yang secara fisik kekuatan berbeda dengan lelaki, demikian keduanya saling mengisi dan melengkapi.
الرجال قوامون على النساء بما فضل الله بعضهم على بعض وبما أنفقوا من أموالهم فالصالحات قانتات حافظات للغيب بما حفظ الله واللاتي تخافون نشوزهن فعظوهن واهجروهن في المضاجع واضربوهن فإن أطعنكم فلا تبغوا عليهن سبيلا إن الله كان عليا كبيرا
"Kaum laki-laki adalah pemimpin ITU * Bagi kaum Wanita, Oleh KARENA Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) Atas sebahagian Yang lain (Wanita), Dan KARENA mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian Bahasa Dari memiliki harta Sebab ITU Maka mereka. Wanita Yang saleh, ialah Yang ta'at kepada Allah Lagi memelihara Diri ketika suaminya tidak ADA, Oleh KARENA Allah telah memelihara (mereka) .......... " [QS. Sebuah Nisaa 4:34]
Islam Memuliakan Wanita Artikel Baru Mengharuskan Menutup Aurat
Persoalan jilbab inisial sampai sekarang menjadi pertentangan di Dunia barat Tanpa mengerti manfaat dan keuntungan memakai jilbab, di dunia yang katanya barat yang modern dan setara derajat Wanita dan Pria justru menjadi kebablasan. Banyak  wanita Yang melupakan kodratnya, menjual kehormatannya Dalam, hubungan Tanpa Ikatan. Kesetaraan Yang kerap salat arti justru membawa Wanita tingkat rendah, dimana pekerjaan Kendaraan bermotor justru dilakukan Wanita Sedang para Pria menganggap wajar hal itu..
Demikian juga hal berpakaian, karena menganggap setara banyak wanita merasa jilbab sebagai pengekangan terhadap kebebasan. Jilbab sama sekali bukan pengekangan terhadap kebebasan Wanita, jutru Islam memandang Wanita sebagai perhiasan yang penuh pesona dan harus dilindungi sehingga tidak menjadi budak nafsu.
Bukankah Pakaian Yang menutup aurat menjadi pembeda Utama antara manusia primitif manusia yang beradab?
Mahar sebagai penghormatan lelaki ketika meminang
Dalam, Islam kehadiran mahar dianggap Penting namun kurang dipahami maksudnya. Sejarah mencatat bahwa wanita itu berkedudukan rendah, Bukan saja jadi budak nafsu kaum Lelaki namun Bisa diperjual belikan. Penghasilan kena pajak Islam datang, Lelaki harus menghormati Wanita memberi mahar sebagai penghormatan kepada Lambang Wanita dan mengharamkan beberapa ketentuan menggauli perempuan, syariat tertentu yang sudah ditentukan.
Ketika menjadi ibu, seorang Wanita 3Kali lebih mulia bahasa dari Lelaki
Hal ini ditegaskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam, sebuah hadistnya seorang muslim bertanya: "Ya Rasulullah, siapakah orang yang harus saya hormati di dunia ini?."
Rasulullah menjawab "" ibumu. "
Dia bertanya Lagi, "Lalu siapa?"
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: ". ibumu"
"Kemudian, siapa Lagi ya Rasulullah" tanya orang itu,?
Rasul menjawab: "." ibumu
Lalu, laki-laki menanyakan Lagi, "Kemudian, Penghasilan kena pajak itu siapa ya Rasul?" "Bapakmu," Jawab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Tentu saja hal ini menjadi keabsahan Yang tidak dapat disangkal, seorang ibu Kasih sayangnya Sepanjang masa, rela meninggalkan kesenangan pribadinya demi Anak, melupakan peluh, melupakan Lelah demi Anak.
"Kepada para ikhwan, sudah sejauh mana rasa hormat kita kepada Wanita? Ingatlah kedudukan lebih tinggi, bahasa dari Wanita hanya berlaku ketika kita dapat * Melindungi Dan membawa Wanita kedudukan mulia baik sebagai Anak, Remaja, Suami terlebih sebagai Ayah."
Maka hai para akhwat, sungguh beruntungnya kita menjadi seorang Perempuan Kemuliaan Allah Yang ciptakan Dalam, ajaran-Nya, namun ingat Kemuliaan Suami berbanding Lurus, Istri dan terlebih sebagai ibu. 
Demikian yang dapat saya samapikan, kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

No comments:

Post a Comment