JINGGA DALAM
ELEGI
·
Pengarang : Esti Kinasih
·
Genre : Drama
·
Tempat
Terbit : Jakarta
·
Tahun
terbit : 2011
·
Cetakan
ke :1
·
Nomor
ISBN : 978-979-22-6647-4
·
Penyunting : Vera, Hetih,Ike, Anas
·
Harga : -
·
Penerbit : Gramedia
·
Tebal : 392 hlm
·
Lebar : 13,5cm
·
Panjang : 20cm
Novel
ini adalah novel ke-2 dari trilogi Jingga dan Senja . Dalam novel Jingga dalam
Elegi ini, rahasia besar Ari sang pentolan sekolah satu per satu akan terkuak. Pada
bagian akhir, Ari akan bertemu dengan ibu dan kembarannya Ata yang sudah 9 tahun
tidak bertemu setelah perpisahan kedua orang tuanya.
Sejak
peristiwa pagi hari saat Ari melihat mata Tari yang bengkak, Ari menjadi
penasaran mengenai penyebab Tari menangis, apakah hanya karena Ari menghapus
nomor HP Ata dari HP Tari, ataukah karena Angga yang notabennya musuh bebuyutan
Ari? Jika penyebabnya Angga, Ari ingin mengetahui apa yang telah diperbuat
Angga terhadap Tari. Setelah kepergian Angga, akhirnya Tari menemukan a shoulder to cry on pengganti Angga
dalam diri Ata. Perlahan-lahan Tari bisa melupakan Angga karena kehadiran Ata.
Sikap Ari yang bertolak bel;akang dengan Ari membua Tari merasa nyaman dengan
Ata. Ari merasa bahwa musuhnya sekarang bukan Angga melainkan Ata kembarannya
sendiri. Ari mulai geram dan berniat menyudahi kebohongan yang dibuatnya.
Kebohongan itu adalah dengan menyamar sebagai Ata kembaran Ari. Setelah Ari
melontarkan pengakuan kepada Tari, sikap Tari terhadap Ari semakin sinis. Tari
marah besar terhadap Ari sampai akhirnya ia mengerti mengapa Ari bisa melakukan
hal itu. Suatu hari saat Ari pulang dari rumah Tari, secara tidak sengaja ia
menemukan kembali rumah lamanya setelah ia mengikuti jalan pintas yang
ditunjukkan Ibu Tari. Kejadian itu membuat luka di dalam hati Ari kembali
muncul. Saat Ari hampir kehilangan kesadaran, muncul Tante Lydia. Tante Lydia
kemudian mengajak Ari untuk ke rumahnya serta menceritakan semua tentang Ibu
dan Ata kembaran Ari. Saat Ari menemukan kado-kado dari Ibu dan Ata yang
dititipkan kepada Tante Lydia, Ari menemukan nomor telepon Ibunya. Setelah
beberapa kali mereka berkomunikasi, hari berikutnya Ibu dan Ata datang ke
Jakarta untuk menemui Ari. Kerinduan yang amat dalam setelah 9 tahun berpisah
akhirnya terbayar sudah, Ari dan Ibu serta saudara kembarnya kini telah bersama
lagi.
Novel
Jingga dalam Elegi ini mampu membuat pembacanya ikut larut dalam suasana yang
dialami tokoh dalam cerita. Kisah yang disajikan penulis seperti kejadian
nyata. Sampul yang menarik dan tipe huruf yang digunakan menambah daya tarik
novel ini sendiri selain cerita yang disajikan.
Jenis
kertas yang digunakan yaitu kertas buram kurang menarik karena selain warnanya
yang kusam, kertas ini juga mudah sobek. Harga yang ditawarkan juga relative
mahal yaitu sekitar Rp.50.000
Novel
Jingga dalam Elegi menggambarkan keadaan psikis seorang anak dari keluarga broken home yang berusaha bangkit dalam
keterpurukan dan berusaha tegar dalam menjalani hidup. Dengan membaca novel ini, diharapkan kita bisa memahami keadaan
psikis anak dari keluarga broken home.

No comments:
Post a Comment