Monday, September 9, 2013

Kerusakan Lingkungan Hidup 2 Tahun Terakhir (Penyebab, Dampak & Solusi)

1.        BANJIR

Banjir bandang yang terjadi Rabu malam 22 Februari 2012 di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, merusak ratusan bangunan warga dan fasilitas umum di Kecamatan Tigo Nagari dan Kecamatan Simpati.Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasaman, 13 jembatan rusak berat dan ringan serta sekitar 1 kilometer fasilitas jalan umum rusak di sembilan titik. Banjir bandang juga merusak 174 unit rumah warga serta menghalau 18 saluran irigasi yang ada di dua kecamatan tersebut.Direktur Walhi Sumbar Khalid Saefullah pada VIVAnews menyatakan, kurangnya resapan air di areal hulu sungai Batang Malampah disinyalir menjadi penyebab bencana tersebut.“Kita menduga kuat ke arah sana, karena hasil investigasi Walhi dalam beberapa tahun belakangan, degradasi hutan di sana mencapai 20 persen,” tegasnya. Menurut Khalid, kondisi diperparah dengan topografi kawasan di Pasaman yang dipenuhi perbukitan dengan kemiringan beragam. “Ekologis dan topografi wilayah setempat yang memaksa agar aktivitas kerusakan dihentikan,” tegasnya.

·         Penyebab:
1)      Kurangnya resapan air di areal hulu sungai Batang Malampah disinyalir menjadi penyebab bencana tersebut.
2)      Degradasi lahan

·         Dampak:
1)      Rusaknya sarana dan prasarana
Air yang menggenang memasuki partikel pada dinding bangunan, apabila dinding tidak mampu menahan kandungan air maka dinding akan mengalami retak dan akhirnya jebol.
2)      Hilangnya harta benda
Banjir dalam aliran skala besar mampu menyeret apapun yang dilaluinya termasuk harta benda.Seperti kursi, kasur, meja, pakaian, dan lain sebagainya.
3)      Menimbulkan korban jiwa
Hal ini disebabkan karena arus air terlalu deras sehingga banyak penduduk yang hanyut terbawa arus.
4)      Menimbulkan bibit penyakit
Penyakit yang dapat ditimbulkan misalnya gatal-gatal.Air banjir banyak membawa kuman sehingga penyebaran penyakit sangat besar.
5)      Rusaknya areal pertanian
Banjir mampu menenggelamkan areal sawah.Tentu saja hal ini sangat merugikan para petani dan kondisi perekonomian negara menjadi terganggu.

·         Solusi pemecahan masalah :
1.      Pengoptimalan sungai ataupun selokan
Sungai ataupun selokan sebaiknya dipelihara dan dipergunakan sebagaimana mestinya.Sungai ataupun selokan tidak untuk tempat pembuangan sampah.Kebersihan air dan deras arusnya harus di pantau setiap saat sekedar untuk mengamati jika sewaktu-waktu terjadi banjir.
2.      Larangan pembuatan rumah penduduk di sepanjang sungai
Tanah di pinggiran sungai tidak seharusnya digunakan sebagai areal pemukiman penduduk.Selain menyebabkan banjir, juga tatanan pola masyarakat menjadi tidak teratur.
3.      Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi
Pohon yang telah ditebang seharusnya ada penggantinya. Menebang pohon yang telah berkayu kemudian tanam kembali tunas pohon yang baru. Ini bertujuan untuk regenerasi hutan agar tidak gundul.
4.      Mempergunakan alat pendeteksi banjir sederhana
Untuk memantau tanda-tanda terjadinya banjir, dibutuhkan suatu alat pendeteksi banjir.Alat pendeteksi ini dibuat secara sederhana agar masyarakat mampu untuk membuatnya.


2.        GEMPA BUMI

BANDA ACEH, suaramerdeka.com- Gempa berkekuatan 7,3 pada Skala Ritcher (SR) terjadi di lepas pantai barat Sumatra Utara, Rabu (11/1) pagi. Gempa kuat ini menyebabkan warga panik berlarian keluar rumah. Trauma akan bencana gempa dan tsunami tujuh tahun lalu, sebagian warga berlari menuju tempat yang lebih tinggi.
Ribuan warga di pulau Simeulue, sekitar 200 kilometer (124 mil) dari pusat gempa, yang merasakan kuatnya getaran sontak lari meninggalkan rumah. Namun, segera setelah mendengar peringatan tsunami, sebagian warga kemudian pulang ke rumah masing-masing untuk mengambil barang berharga dan kembali mengungsi.
Sebuah peringatan tsunami juga dikeluarkan oleh Pusat Peringatan Tsunami Pasifik. Namun dua peringatan gelombang besar itu ditarik dua jam kemudian. "Belum ada laporan terkait kerusakan atau korban, pasca gempa itu," kata petugas BMKG, Tiar Prasetya pada AFP.
Badan itu mengatakan gempa berkekuatan 5,0 SR pada 2,39 LU dan 93,18 BT dengan kedalaman 59 kilometer di bawah laut. Berbeda, USGS menginformasikan gempa yang terjadi dini hari tadi berkekuatan 7,3 SR dan berada di kedalaman 29 kilometer.
Seorang tentara bernama Eko yang berada di pantai di Simeulue saat gempa terjadi mengatakan dirinya menyaksikan gejala alam yang menandakan tsunami akan menghantam wilayah itu. "Air surut sekitar satu meter, yang merupakan pertanda tsunami akan datang.Biasanya air bergegas kembali dengan cepat, tapi itu tidak terjadi.Jadi saya khawatir tsunami akan tiba," katanya kepada AFP.
Di Banda Aceh, dilaporkan, tanah bergetar selama 30 detik dan penduduk yang ketakutan bergegas keluar dari rumah mereka, tetapi mereka kembali ke dalam rumah tak lama setelahnya. Beberapa warga pesisir barat pantai Banda Aceh dilaporkan juga berlari menuju pedalaman setelah gempa terjadi.Sebagian berlindung di masjid dan berkemah di pinggir jalan.
BMKG juga melaporkan dua gempa susulan berkekuatan 5,4 dan 5 SR terjadi 30 menit dan satu jam setelahnya. Gempa kuat yang diikuti tsunami pernah melanda Sumatera pada September 2004 lalu, menewaskan lebih dari 1.000 orang.

·         Penyebab:
Pergerakan sesar geser (strike-slip fault)

·         Dampak:
1.      Longsor
Gempa bumi adalah getaran yang ditimbulkan karena adanya gerakan endogen. Hentakan gempa dan bergoyangnya tanah menyebabkan keluarnya tanah  dan massa batuan yang menyebabkan tanah longsor, lumpur, dan longsornya batuan di atasnya. Semua ini mendorong terjadinya kerusakan dan kerugian pada kehidupan di muka bumi ini.
2.      Kerusakan bangunan
Gelombang pada gempa bumi menyebabkan lapisan tanah bergerak, menggoyangkan bangunann gedung dan menyebabkan kontruksi bangunan menjadi tidak kokoh atau kerangka bangunan menjadi lemah, bahkan sebagian atau keseluruhan bangunan menjadi runtuh.
Bergoyangnya lapisan tanah juga melemahkan tanah dan bahan material fondasi dibawah kerangka bangunan serta bisa menyebabkan perubahan yang dramatis dalam susunan tanah halus dan tanah jenis berbutir/pasir selama terjadinya gempa, tanah jenuh yang berpasir menjadi seperti cairan lumpur. Proses nya disebut pencairan. Proses pencairan menyebabkan kerusakan pada material fondasi tanah dan kerangka bangunan menjadi lemah.
3.      Polusi udara
Kebakaran karena rusaknya installasi bangunan mengakibatkan tercemarnya udara karena meningkatnya gas karbondioksida CO2
4.      Perubahan struktur tanah dan batuan
Dengan adanya getaran serta gerakan yang disebabkan oleh tenaga endogen maka struktur tanah akan berubah dan mengalami kerusakan
5.      Krisis air bersih
Getaran dan goncangan besar karena gempa mengakibatkan aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan saluran bawah tanah rusak.
6.   Degradasi lahan dan kerusakan bentang lahan
                  7.   Hilangnya makhluk hidup dan munculnya penyakit
                  8.   Gangguan psikologis

·         Solusi pemecahan masalah:
1.      Membangun kembali rumah yang roboh.
2.      Memperbaiki lahan yang rusak.
3.      Melakukan terapi kejiwaan bagi korban bencana melalui berbagai bentuk motivasi.

3.      PUTING BELIUNG

§  BEKASI - Angin kencang atau biasa disebut angin puting beliung menerjang puluhan rumah warga di tiga desa di wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Musibah alam itu mengakibatkan 79 rumah hancur. Selasa 18 April malam angin puting beliung menghantam tiga Desa yaitu Desa Bantar Sari, Desa Karang Patri dan Desa Kertasari Kec Pebayuran, dengan perincian :
- Kampung Pulo kecil Rt 09/06 Desa Bantarsari sebanyak 8 rumah
- kampung Bolang Kulon Rt 10/07 Desa Bantarsari sebanyak 40 rumah
- Kampung Bolang Rt 08/05 Desa Bantarsari sebanyak 20 rumah
- Kampung Pulo kecil Rt 03/05 Desa Karangpatri sebanyak 10 rumah
- Kampung Babakan Ngantai Rt 06/04 desa kertasari sebanyak 1 rumah
Pada umumnya, kata Cecep, rumah yang terkena angin puting beliung, mengalami kerusakan pada atap
rumah rusak akibat disapu angin. Beruntung, akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan menafsirkan kerugian akibat angin puting beliung mencapai puluhan juta rupiah. 

·         Penyebab: Udara panas dan dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting beliung.

·         Dampak:
1.       Kerugian materi
2.       Rusaknya lahan pertanian.

·         Solusi pemecahan masalah:
1.      Memperbaiki lahan yang rusak.
2.      Membangun kembali rumah yang rusak.
3.      Memberikan bantuan kepada para korban.

4.      GUNUNG MELETUS

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, Surono mengatakan, Gunung Lokon meletus lagi. “Telah terjadi letusan di Gunung Lokon pukul 23.01 WITA,” kata dia lewat pesan pendeknya, Rabu (19/9) malam. 
Menurut Surono, letusan gunung yang memiliki ketinggian 1.579 meter di atas permukaan laut ini dentumannya terdengar hingga jarak 5 kilometer. Saat ini, status Gunung Lokon adalah siaga atau berada di level III. Tinggi lontaran material letusan, termasuk material pijar sekitar 1.500 meter dari Kawah Tompaluan.Material abu dari letusan gunung itu, sambung Surono, tertiup ke arah timur.“Menjauh dari pemukiman (penduduk),” kata dia. 
Surono mengungkapkan masyarakat di Kota Bitung yang berada pada jarak 50 kilometer di sebelah timur laut gunung dengan ketinggian sekitar 1.783 meter di atas permukaan laut, melaporkan adanya abu vulkanik yang sampai ke wilayahnya. 
Menurut Surono, abu vulkanik itu tidak berbahaya. Masyarakat bisa mengantisipasinya dengan mengenakan masker untuk melindungi saluran pernafasan.Surono memperkirakan abu vulkanik itu terbawa hembusan angin.Asap akibat letusan gunung yang disertai dengan keluarnya material pijar itu pada saat cuaca cerah terlihat mencapai ketinggian 1.500 meter.

·         Penyebab:
Aktivitas magma dalam perut bumi yang muncul ke permukaan bumi.

·         Dampak:
a.       Kerugian materi bagi penduduk
b.      Adanya abu vulkanik akibat letusan gunung

·         Solusi pemecahan masalah:
1.      Memanfaatkan material akibat letusan gunung berapi sebagai sumber pendapatan.
2.      Mengelola tempat yang rusak akibat gunung meletus menjadi obyek wisata.
3.      Mengevakuasi masyarakat di sekitar gunung Lokon ke tempat yang aman
4.      Mengenakan masker un tuk mengantisipasi bahaya abu vulkanik

·         Sumber:

5.      TANAH LONGSOR
Bencana tanah longsor seperti yang terjadi di Manado 17 Februari 2013 yang terjadi karena curah hujan yang tak ada hentinya selama dua hari, telah membuat beberapa kendaraan tertimbun tanah bahkan menimbulkan korban jiwa. Dari pantauan IDnews.com, ada beberapa titik yang terjadi tanah longsor, yakni Kompleks Perumahan Citra Land yang mengakibatkan 11 mobil milik warga yang beribadah di Gereja Kalam Kudus Citraland tertimbun longsor. Pasalnya, lokasi parkir dan Gereja berada di bawah bukit patung 'Yesus Memberkati'.Kejadian ini terjadi pada hari Minggu (17/2/2013) sekitar Pukul 10.00 Wita. Selain itu di kompleks yang sama tepatnya di perumahan Eden Bridge, 3 rumah yang tertimbun dan ada 3 warga yang terjebak di dalam. Parahnya lagi, bencana alam tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Tingkulu Lingkungan VII Kecamatan Wanea, menelan korban jiwa, masing-masing Charles Taroreh (27), Fransiska (20-an), Ribka (10) dan Cia (5).
·         Penyebab: Curah hujan yang tak ada hentinya selama dua hari.

·         Dampak:
1.       Timbulnya korban jiwa
2.       Kerugian materi
3.       Rusaknya permukiman penduduk.

·         Solusi pemecahan masalah :
1.      Mengadakan gerakan reboisasi atau melakukan gerakan tebang pilih tanam.
2.      Membuat terasering di lereng pegunungan.
3.      Memberi santunan kepada keluarga korban yang meninggal.
4.      Membangun kembali rumah yang rusak akibat tanah longsor.
5.      Mengevakuasi para korban ke tempat pengungsian.

·         





No comments:

Post a Comment