Saturday, December 21, 2013

Resensi Buku Ilmu Pengetahuan

Resensi Buku Ilmu Pengetahuan
                       
   
Judul Buku      : Anatomi Katak
2.      Penulis             : A. Mahardono
                           S. Pratignyo, Ir
                           S. Iskandar, Drs
3.      Cetakan           : Pertama
4.      Tebal Buku      : 34 Halaman
5.      Panjang Buku  : 22cm
6.      Lebar Buku     : 15,5cm

Anatomi Katak
Katak adalah salah satu contoh jenis hewan amfibi. Dilihat dari sudut evolusi, hewan amfibi merupakan peralihan antara hewan air (ikan) dan hewan darat (reptile). Oleh sebab itu, kehidupannya dimulai dengan lingkungan air (berudu) dan setelah mengalami metamorphosis, akan hidup dengan lingkungan darat. Katak memiliki banyak jenis dimana setiap katak dewasa memerlukan tempat yang basah atau lembab.
Dalam hal tersebut, Buku Seri Penunjang Kegiatan dan Ketrampilan ini dimaksudkan untuk mengisi dan melengkapi khazanah bibliografi biologi. Dalam rangka pembaharuan pengajaran, senantiasa terdengar anjuran-anjuran supaya para siswa diberikan kesempatan yang luas untuk belajar mandiri. Dengan demikian, buku ini diharapkan mampu menunjang pelajaran biologi untuk para siswa.
Buku Seri Penunjang Kegiatan dan Ketrampilan karya A. Mahardono, Ir. Pratignyo, dan Drs. Iskandar ini membahas dan menampilkan anatomi katak secara rinci dan menyeluruh. Dalam setiap bagian anatomi yang dijelaskan dilengkapi dengan gambar yang jelas dan menarik, sehingga memudahkan pembaca dalam memahami setiap bagian antomi yang dijelaskan. Selain tebal buku yng cukup tipis, kelebihan lain dari buku ini adalah dengan disertakannya indeks untuk setiap bagian anatomi katak. Buku ini memang memiliki banyak kelebihan, hanya saja, bahasa  yang digunakan dalam buku ini kurang efektif dan masih bertele-tele. Penulisannya juga belum memenuhi ketentuan EYD. Kertas yang digunakan juga kurang menarik, alangkah baiknya jika buku tersebut dicetak dengan menggunakan ketas hvs. Satu lagi kekurangan dari buku ini, cover yang digunakan terlalu biasa dan terkesan monoton, seharusnya cover dibuat lebih baik lagi supaya dapat menarik minat pembaca. Semestinya buku ini dapat dibuat lebih baik dan lebih sempurna lagi. Tapi sejauh ini, buku yang berjudul “Anatomi Katak“ ini sudah cukup baik dan patut dibaca karna di dalamnya terdapat cukup banyak informasi. 


(ResenSator      : Pristyanti R.J/14/XII IPS3)

Resensi Buku Fiksi

                                                                                                               

JINGGA  DALAM  ELEGI



·         Pengarang                : Esti Kinasih               
·         Genre                      : Drama
·         Tempat Terbit         : Jakarta
·         Tahun terbit            : 2011
·         Cetakan ke              :1
·         Nomor ISBN            : 978-979-22-6647-4
·         Penyunting               : Vera, Hetih,Ike, Anas
·         Harga                      : -
·         Penerbit                  : Gramedia
·         Tebal                      : 392 hlm
·         Lebar                      : 13,5cm
·         Panjang                    : 20cm


            Novel ini adalah novel ke-2 dari trilogi Jingga dan Senja . Dalam novel Jingga dalam Elegi ini, rahasia besar Ari sang pentolan sekolah satu per satu akan terkuak. Pada bagian akhir, Ari akan bertemu dengan ibu dan kembarannya Ata yang sudah 9 tahun tidak bertemu setelah perpisahan kedua orang tuanya.
          Sejak peristiwa pagi hari saat Ari melihat mata Tari yang bengkak, Ari menjadi penasaran mengenai penyebab Tari menangis, apakah hanya karena Ari menghapus nomor HP Ata dari HP Tari, ataukah karena Angga yang notabennya musuh bebuyutan Ari? Jika penyebabnya Angga, Ari ingin mengetahui apa yang telah diperbuat Angga terhadap Tari. Setelah kepergian Angga, akhirnya Tari menemukan a shoulder to cry on pengganti Angga dalam diri Ata. Perlahan-lahan Tari bisa melupakan Angga karena kehadiran Ata. Sikap Ari yang bertolak bel;akang dengan Ari membua Tari merasa nyaman dengan Ata. Ari merasa bahwa musuhnya sekarang bukan Angga melainkan Ata kembarannya sendiri. Ari mulai geram dan berniat menyudahi kebohongan yang dibuatnya. Kebohongan itu adalah dengan menyamar sebagai Ata kembaran Ari. Setelah Ari melontarkan pengakuan kepada Tari, sikap Tari terhadap Ari semakin sinis. Tari marah besar terhadap Ari sampai akhirnya ia mengerti mengapa Ari bisa melakukan hal itu. Suatu hari saat Ari pulang dari rumah Tari, secara tidak sengaja ia menemukan kembali rumah lamanya setelah ia mengikuti jalan pintas yang ditunjukkan Ibu Tari. Kejadian itu membuat luka di dalam hati Ari kembali muncul. Saat Ari hampir kehilangan kesadaran, muncul Tante Lydia. Tante Lydia kemudian mengajak Ari untuk ke rumahnya serta menceritakan semua tentang Ibu dan Ata kembaran Ari. Saat Ari menemukan kado-kado dari Ibu dan Ata yang dititipkan kepada Tante Lydia, Ari menemukan nomor telepon Ibunya. Setelah beberapa kali mereka berkomunikasi, hari berikutnya Ibu dan Ata datang ke Jakarta untuk menemui Ari. Kerinduan yang amat dalam setelah 9 tahun berpisah akhirnya terbayar sudah, Ari dan Ibu serta saudara kembarnya kini telah bersama lagi.
            Novel Jingga dalam Elegi ini mampu membuat pembacanya ikut larut dalam suasana yang dialami tokoh dalam cerita. Kisah yang disajikan penulis seperti kejadian nyata. Sampul yang menarik dan tipe huruf yang digunakan menambah daya tarik novel ini sendiri selain cerita yang disajikan.
            Jenis kertas yang digunakan yaitu kertas buram kurang menarik karena selain warnanya yang kusam, kertas ini juga mudah sobek. Harga yang ditawarkan juga relative mahal yaitu sekitar Rp.50.000
            Novel Jingga dalam Elegi menggambarkan keadaan psikis seorang anak dari keluarga broken home yang berusaha bangkit dalam keterpurukan dan berusaha tegar dalam menjalani hidup. Dengan membaca novel ini, diharapkan kita bisa memahami keadaan psikis anak dari keluarga broken home.
                                                                             



Monday, September 9, 2013

Kerusakan Lingkungan Hidup 2 Tahun Terakhir (Penyebab, Dampak & Solusi)

1.        BANJIR

Banjir bandang yang terjadi Rabu malam 22 Februari 2012 di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, merusak ratusan bangunan warga dan fasilitas umum di Kecamatan Tigo Nagari dan Kecamatan Simpati.Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasaman, 13 jembatan rusak berat dan ringan serta sekitar 1 kilometer fasilitas jalan umum rusak di sembilan titik. Banjir bandang juga merusak 174 unit rumah warga serta menghalau 18 saluran irigasi yang ada di dua kecamatan tersebut.Direktur Walhi Sumbar Khalid Saefullah pada VIVAnews menyatakan, kurangnya resapan air di areal hulu sungai Batang Malampah disinyalir menjadi penyebab bencana tersebut.“Kita menduga kuat ke arah sana, karena hasil investigasi Walhi dalam beberapa tahun belakangan, degradasi hutan di sana mencapai 20 persen,” tegasnya. Menurut Khalid, kondisi diperparah dengan topografi kawasan di Pasaman yang dipenuhi perbukitan dengan kemiringan beragam. “Ekologis dan topografi wilayah setempat yang memaksa agar aktivitas kerusakan dihentikan,” tegasnya.

·         Penyebab:
1)      Kurangnya resapan air di areal hulu sungai Batang Malampah disinyalir menjadi penyebab bencana tersebut.
2)      Degradasi lahan

·         Dampak:
1)      Rusaknya sarana dan prasarana
Air yang menggenang memasuki partikel pada dinding bangunan, apabila dinding tidak mampu menahan kandungan air maka dinding akan mengalami retak dan akhirnya jebol.
2)      Hilangnya harta benda
Banjir dalam aliran skala besar mampu menyeret apapun yang dilaluinya termasuk harta benda.Seperti kursi, kasur, meja, pakaian, dan lain sebagainya.
3)      Menimbulkan korban jiwa
Hal ini disebabkan karena arus air terlalu deras sehingga banyak penduduk yang hanyut terbawa arus.
4)      Menimbulkan bibit penyakit
Penyakit yang dapat ditimbulkan misalnya gatal-gatal.Air banjir banyak membawa kuman sehingga penyebaran penyakit sangat besar.
5)      Rusaknya areal pertanian
Banjir mampu menenggelamkan areal sawah.Tentu saja hal ini sangat merugikan para petani dan kondisi perekonomian negara menjadi terganggu.

·         Solusi pemecahan masalah :
1.      Pengoptimalan sungai ataupun selokan
Sungai ataupun selokan sebaiknya dipelihara dan dipergunakan sebagaimana mestinya.Sungai ataupun selokan tidak untuk tempat pembuangan sampah.Kebersihan air dan deras arusnya harus di pantau setiap saat sekedar untuk mengamati jika sewaktu-waktu terjadi banjir.
2.      Larangan pembuatan rumah penduduk di sepanjang sungai
Tanah di pinggiran sungai tidak seharusnya digunakan sebagai areal pemukiman penduduk.Selain menyebabkan banjir, juga tatanan pola masyarakat menjadi tidak teratur.
3.      Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi
Pohon yang telah ditebang seharusnya ada penggantinya. Menebang pohon yang telah berkayu kemudian tanam kembali tunas pohon yang baru. Ini bertujuan untuk regenerasi hutan agar tidak gundul.
4.      Mempergunakan alat pendeteksi banjir sederhana
Untuk memantau tanda-tanda terjadinya banjir, dibutuhkan suatu alat pendeteksi banjir.Alat pendeteksi ini dibuat secara sederhana agar masyarakat mampu untuk membuatnya.


2.        GEMPA BUMI

BANDA ACEH, suaramerdeka.com- Gempa berkekuatan 7,3 pada Skala Ritcher (SR) terjadi di lepas pantai barat Sumatra Utara, Rabu (11/1) pagi. Gempa kuat ini menyebabkan warga panik berlarian keluar rumah. Trauma akan bencana gempa dan tsunami tujuh tahun lalu, sebagian warga berlari menuju tempat yang lebih tinggi.
Ribuan warga di pulau Simeulue, sekitar 200 kilometer (124 mil) dari pusat gempa, yang merasakan kuatnya getaran sontak lari meninggalkan rumah. Namun, segera setelah mendengar peringatan tsunami, sebagian warga kemudian pulang ke rumah masing-masing untuk mengambil barang berharga dan kembali mengungsi.
Sebuah peringatan tsunami juga dikeluarkan oleh Pusat Peringatan Tsunami Pasifik. Namun dua peringatan gelombang besar itu ditarik dua jam kemudian. "Belum ada laporan terkait kerusakan atau korban, pasca gempa itu," kata petugas BMKG, Tiar Prasetya pada AFP.
Badan itu mengatakan gempa berkekuatan 5,0 SR pada 2,39 LU dan 93,18 BT dengan kedalaman 59 kilometer di bawah laut. Berbeda, USGS menginformasikan gempa yang terjadi dini hari tadi berkekuatan 7,3 SR dan berada di kedalaman 29 kilometer.
Seorang tentara bernama Eko yang berada di pantai di Simeulue saat gempa terjadi mengatakan dirinya menyaksikan gejala alam yang menandakan tsunami akan menghantam wilayah itu. "Air surut sekitar satu meter, yang merupakan pertanda tsunami akan datang.Biasanya air bergegas kembali dengan cepat, tapi itu tidak terjadi.Jadi saya khawatir tsunami akan tiba," katanya kepada AFP.
Di Banda Aceh, dilaporkan, tanah bergetar selama 30 detik dan penduduk yang ketakutan bergegas keluar dari rumah mereka, tetapi mereka kembali ke dalam rumah tak lama setelahnya. Beberapa warga pesisir barat pantai Banda Aceh dilaporkan juga berlari menuju pedalaman setelah gempa terjadi.Sebagian berlindung di masjid dan berkemah di pinggir jalan.
BMKG juga melaporkan dua gempa susulan berkekuatan 5,4 dan 5 SR terjadi 30 menit dan satu jam setelahnya. Gempa kuat yang diikuti tsunami pernah melanda Sumatera pada September 2004 lalu, menewaskan lebih dari 1.000 orang.

·         Penyebab:
Pergerakan sesar geser (strike-slip fault)

·         Dampak:
1.      Longsor
Gempa bumi adalah getaran yang ditimbulkan karena adanya gerakan endogen. Hentakan gempa dan bergoyangnya tanah menyebabkan keluarnya tanah  dan massa batuan yang menyebabkan tanah longsor, lumpur, dan longsornya batuan di atasnya. Semua ini mendorong terjadinya kerusakan dan kerugian pada kehidupan di muka bumi ini.
2.      Kerusakan bangunan
Gelombang pada gempa bumi menyebabkan lapisan tanah bergerak, menggoyangkan bangunann gedung dan menyebabkan kontruksi bangunan menjadi tidak kokoh atau kerangka bangunan menjadi lemah, bahkan sebagian atau keseluruhan bangunan menjadi runtuh.
Bergoyangnya lapisan tanah juga melemahkan tanah dan bahan material fondasi dibawah kerangka bangunan serta bisa menyebabkan perubahan yang dramatis dalam susunan tanah halus dan tanah jenis berbutir/pasir selama terjadinya gempa, tanah jenuh yang berpasir menjadi seperti cairan lumpur. Proses nya disebut pencairan. Proses pencairan menyebabkan kerusakan pada material fondasi tanah dan kerangka bangunan menjadi lemah.
3.      Polusi udara
Kebakaran karena rusaknya installasi bangunan mengakibatkan tercemarnya udara karena meningkatnya gas karbondioksida CO2
4.      Perubahan struktur tanah dan batuan
Dengan adanya getaran serta gerakan yang disebabkan oleh tenaga endogen maka struktur tanah akan berubah dan mengalami kerusakan
5.      Krisis air bersih
Getaran dan goncangan besar karena gempa mengakibatkan aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan saluran bawah tanah rusak.
6.   Degradasi lahan dan kerusakan bentang lahan
                  7.   Hilangnya makhluk hidup dan munculnya penyakit
                  8.   Gangguan psikologis

·         Solusi pemecahan masalah:
1.      Membangun kembali rumah yang roboh.
2.      Memperbaiki lahan yang rusak.
3.      Melakukan terapi kejiwaan bagi korban bencana melalui berbagai bentuk motivasi.

3.      PUTING BELIUNG

§  BEKASI - Angin kencang atau biasa disebut angin puting beliung menerjang puluhan rumah warga di tiga desa di wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Musibah alam itu mengakibatkan 79 rumah hancur. Selasa 18 April malam angin puting beliung menghantam tiga Desa yaitu Desa Bantar Sari, Desa Karang Patri dan Desa Kertasari Kec Pebayuran, dengan perincian :
- Kampung Pulo kecil Rt 09/06 Desa Bantarsari sebanyak 8 rumah
- kampung Bolang Kulon Rt 10/07 Desa Bantarsari sebanyak 40 rumah
- Kampung Bolang Rt 08/05 Desa Bantarsari sebanyak 20 rumah
- Kampung Pulo kecil Rt 03/05 Desa Karangpatri sebanyak 10 rumah
- Kampung Babakan Ngantai Rt 06/04 desa kertasari sebanyak 1 rumah
Pada umumnya, kata Cecep, rumah yang terkena angin puting beliung, mengalami kerusakan pada atap
rumah rusak akibat disapu angin. Beruntung, akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan menafsirkan kerugian akibat angin puting beliung mencapai puluhan juta rupiah. 

·         Penyebab: Udara panas dan dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting beliung.

·         Dampak:
1.       Kerugian materi
2.       Rusaknya lahan pertanian.

·         Solusi pemecahan masalah:
1.      Memperbaiki lahan yang rusak.
2.      Membangun kembali rumah yang rusak.
3.      Memberikan bantuan kepada para korban.

4.      GUNUNG MELETUS

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, Surono mengatakan, Gunung Lokon meletus lagi. “Telah terjadi letusan di Gunung Lokon pukul 23.01 WITA,” kata dia lewat pesan pendeknya, Rabu (19/9) malam. 
Menurut Surono, letusan gunung yang memiliki ketinggian 1.579 meter di atas permukaan laut ini dentumannya terdengar hingga jarak 5 kilometer. Saat ini, status Gunung Lokon adalah siaga atau berada di level III. Tinggi lontaran material letusan, termasuk material pijar sekitar 1.500 meter dari Kawah Tompaluan.Material abu dari letusan gunung itu, sambung Surono, tertiup ke arah timur.“Menjauh dari pemukiman (penduduk),” kata dia. 
Surono mengungkapkan masyarakat di Kota Bitung yang berada pada jarak 50 kilometer di sebelah timur laut gunung dengan ketinggian sekitar 1.783 meter di atas permukaan laut, melaporkan adanya abu vulkanik yang sampai ke wilayahnya. 
Menurut Surono, abu vulkanik itu tidak berbahaya. Masyarakat bisa mengantisipasinya dengan mengenakan masker untuk melindungi saluran pernafasan.Surono memperkirakan abu vulkanik itu terbawa hembusan angin.Asap akibat letusan gunung yang disertai dengan keluarnya material pijar itu pada saat cuaca cerah terlihat mencapai ketinggian 1.500 meter.

·         Penyebab:
Aktivitas magma dalam perut bumi yang muncul ke permukaan bumi.

·         Dampak:
a.       Kerugian materi bagi penduduk
b.      Adanya abu vulkanik akibat letusan gunung

·         Solusi pemecahan masalah:
1.      Memanfaatkan material akibat letusan gunung berapi sebagai sumber pendapatan.
2.      Mengelola tempat yang rusak akibat gunung meletus menjadi obyek wisata.
3.      Mengevakuasi masyarakat di sekitar gunung Lokon ke tempat yang aman
4.      Mengenakan masker un tuk mengantisipasi bahaya abu vulkanik

·         Sumber:

5.      TANAH LONGSOR
Bencana tanah longsor seperti yang terjadi di Manado 17 Februari 2013 yang terjadi karena curah hujan yang tak ada hentinya selama dua hari, telah membuat beberapa kendaraan tertimbun tanah bahkan menimbulkan korban jiwa. Dari pantauan IDnews.com, ada beberapa titik yang terjadi tanah longsor, yakni Kompleks Perumahan Citra Land yang mengakibatkan 11 mobil milik warga yang beribadah di Gereja Kalam Kudus Citraland tertimbun longsor. Pasalnya, lokasi parkir dan Gereja berada di bawah bukit patung 'Yesus Memberkati'.Kejadian ini terjadi pada hari Minggu (17/2/2013) sekitar Pukul 10.00 Wita. Selain itu di kompleks yang sama tepatnya di perumahan Eden Bridge, 3 rumah yang tertimbun dan ada 3 warga yang terjebak di dalam. Parahnya lagi, bencana alam tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Tingkulu Lingkungan VII Kecamatan Wanea, menelan korban jiwa, masing-masing Charles Taroreh (27), Fransiska (20-an), Ribka (10) dan Cia (5).
·         Penyebab: Curah hujan yang tak ada hentinya selama dua hari.

·         Dampak:
1.       Timbulnya korban jiwa
2.       Kerugian materi
3.       Rusaknya permukiman penduduk.

·         Solusi pemecahan masalah :
1.      Mengadakan gerakan reboisasi atau melakukan gerakan tebang pilih tanam.
2.      Membuat terasering di lereng pegunungan.
3.      Memberi santunan kepada keluarga korban yang meninggal.
4.      Membangun kembali rumah yang rusak akibat tanah longsor.
5.      Mengevakuasi para korban ke tempat pengungsian.

·         





Wednesday, June 19, 2013

Ringkasan Sosiologi Kelas 11 Semester 1

BAB I. STRUKTUR SOSIAL DAN DIFERENSIASI SOSIAL



1.1. Pengertian dan ciri Struktur Sosial
  • Pengertian Struktur Sosial :Struktur sosial adalah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat, di dalam struktur sosial  tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang menunjuk pada suatu keteraturan perilaku.

       Pengertian struktur sosial menurut Ahli :
  • Coleman : Pola hubungan antar manusia dan antarkelompok manusia
  • Kornblum : Pola perilaku individu dan kelompok, yaitu perilaku  berulang-ulang yang menciptakan  hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat
  • Soerjono soekanto : sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan peranan-peranan sosial

         Ciri-ciri Struktur Sosial :


  • struktur sosial mengacu pada hubungan sosial yang pokok, yang dapat memberikan bentuk pada masyarakat
  • struktur sosial mencakup semua hubungan sosial antara individu-individu pada saat tertentu
  • struktur sosial meliputi seluruh kebudayaan dalam masyarakat
  • struktur sosial merupakan realitas sosial yang bersifat statis dan memiliki kerangka yang membentuk suatu tatanan
  • struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat yang mengandung dua pengertian. Pertama di dalam struktur sosial terdapat peranan yang bersifat empiris, kedua di dalam setiap perubahan dan perkembangan tersebut terdapat tahap perhentian.


Fungsi Struktur Sosial

Menurut Mayor Polak ada 3 fungsi struktur social :
·        Sebagai pengawas social, yakni penekanan terhadap kemungkinan terjadi pelanggaran atas norma dan nilai dan peraturan kelompok atau masyarakat
·        Sabagai dasar untuk menanamkan disiplin social kelompok atau masyarakat
·        Struktus social merupakan karakteristik yang khas dimiliki oleh masyarakat

Bentuk Struktur social

Dilihat dari sifatnya :

·        Struktur social Kaku                 :
Struktur social merupakan bentuk struktur social yang tidak bias diubah atau sekurang-kurangnya masyarakat mengalami kesulitan besar untuk melakukan perpindahan status/kedudukan

·        Struktur social kaku                  :
Struktur social yang setiap anggotanya  bebas bergerak melakukan perubahan status / kedudukannya

·        Struktur social formal                :
Struktur social yang diakui oleh pihak berwenang, contoh lembaga pemerintahan tingkat kabupaten yang terdiri dari bupati, wakil bupati, sekwilda dsb.

·        Struktur social informal             :
Struktur social yang nyata ada dan berfungsi tetapi tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak berwenang, contoh tokoh masyarakat yang disegani.

Dilihat dari identitas anggota masyarakatnya

·        Struktur social heterogen           :
Struktur social yang ditandai oleh keragaman identitas anggota masyarakatnya

·        Struktur social homogen            :
Struktur social yang ditandai oleh keanggotaannya sama / sejenis

Dilihat dari ketidaksamaan social :

·        Diferensiasi Sosial         ( Secara horizontal )
·        Stratifikasi Sosial          ( Secara vertikal )

·        Secara horizontal merupakan struktur masyarakat dengan berbagai kesatuan social berdasarkan perbedaan perbedaan suku, agama, dan adat istiadat yang dikenal dengan istilah diferensiasi social

·        Secara vertical merupakan struktus social yang ditandai oleh kesatuan kesatuan social berdasarkan perbedaan pelapisan social baik lapisan atas maupun lapisan bawah yang dikenal dengan istilah stratifikasi social

Faktor pembentuk ketidaksamaan social
·        Factor geografis : Perbedaan mata pencaharian, tradisi, letak geografis, iklim, suhu, dll.
·        Factor etnis
·        Kemampuan / potensi diri
·        Latar belakang social


Unsur – unsur struktur social  
·        Kelompok social
·        Kebudayaan
·        Lembaga social
·        Stratifikasi social
·        Kekuasaan dan wewenang


Bentuk Struktur social


Dilihat dari sifatnya :

·        Struktur social Kaku                 :
Struktur social merupakan bentuk struktur social yang tidak bias diubah atau sekurang-kurangnya masyarakat mengalami kesulitan besar untuk melakukan perpindahan status/kedudukan

·        Struktur social kaku                  :
Struktur social yang setiap anggotanya  bebas bergerak melakukan perubahan status / kedudukannya

·        Struktur social formal                :
Struktur social yang diakui oleh pihak berwenang, contoh lembaga pemerintahan tingkat kabupaten yang terdiri dari bupati, wakil bupati, sekwilda dsb.

·        Struktur social informal             :
Struktur social yang nyata ada dan berfungsi tetapi tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak berwenang, contoh tokoh masyarakat yang disegani.

Diferensiasi Sosial

Pengertian Deferensiasi Sosial
Diferensiasi social adalah perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukan adanya suatu tingkatan (hirarki). Dengan kata lain diferensiasi social adalah klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang biasanya sama.

Bentuk – bentuk diferensiasi social :
a.        Diferensiasi Ras,
b.       Diferensiasi Etnis,
c.       Diferensiasi Agama
d.       Diferensiai Gender

1.     Diferensiasi Ras,
Pengelompokan manusia berdasarkan ras merupakan pengelompokan manusia yang bersifat jasmaniah, berdasarkan pada cirri-ciri fisik, seperti warna kulit, rambut, serta bentuk-bentuk bagian wajah.
Dengan kata lain diferensiaisi ras adalah gelompokan masyarakat berdasarkan ciri – ciri  fisiknya

Ras adalah Pengelompokan manusia yang didasarkan oleh ciri fisik termasuk cirri genotif.

Pembagian Ras di dunia menurut A.L Kroeber :
a.       Ras Austroloid mencakup penduduk asli Australia
b.      Ras Mongoloid mencakup Asiatic Mongoloid
c.       Ras Kaukosoid mencakup Nordic, Mediteranian, dan India
d.      Ras Negroid mencakup African, Nergrito
e.       Ras – Ras khusus mencakup Bushman, Veddcid, Polynesian, Ainu

2.     Diferensiasi Etnis (Suku Bangsa)
Dengan kata lain diferensiasi etnis merupakan perbedaan manusia /penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri budaya , yang mencakup  bahasa, kesenian, dan dapt istiadat. ( atas identitas dan kebudayaan )
 Etnis adalah suatu kelompok golongan manusia yang terikat oleh kesadaran aktivitas akan kesatuan kebudayaannya sendiri.
3.     Diferensiasi Agama
Dengan kata lain diferensiasi agama adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan kepercayaan /agama, mencakup Islam, Khatolik, Kristen, Hindu, dan Buddha.
Diferensiasi Gender
Pada umumnya orang mengangap istilah gender sama dengan seks (jenis kelamin) , tetapi sesungguhnya tidaklah demikian.

Menurut William Ogburn , perbedaan secara seks adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan secara biologis, yaitu karakter primer, seperti alat kelamin,  sedangkan perbedaan gender cara berperilaku pria dan wanita yang ditentukan oleh kebudayaan atau kodratnya dan kemudian menjadi bagian kepribadiannya.

·        Pengertian Gender adalah pola perilaku seseorang yang dibentuk oleh kebudayaan/ kodrat

·        Pengertian Peran Gender sebagai pembedaan jenis kelamin, pria dan wanita secara biologis pria memiliki kekuatan fisik yang melebihi wanita, sedangkan wanita memiliki kemampuan mengandung dan melahirkan anak.
Definisi Stratifikasi Sosial
Pelapisan sosial dalam sosiologi dikenal dengan istilah stratifikasi sosial. Kata stratifikasi sosial berasal dari kata stratum (lapisan) dan socius (masyarakat). Berikut ini beberapa pengertian stratifikasi sosial menurut ahli:
  1. Pitirim A. Sorokin (Dalam Basrowri 60 ; 2005)
    Stratifikasi sosial diartikan sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (herarkis). Perwujudannya adalah kelas-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah. Selanjutnya Sorokin, mengemukakan bahwa inti dari lapisan sosial adalah tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak dan kewajiban, kewajiban dengan tanggung jawab nilai-nilai sosial dan pengaruhnya di antara anggotaanggota masyarakat.
  2. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt (iiix ; 1999)
    Stratifikasi sosial berarti sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.
  3. Soejono Soekanto (228 ; 2005)
    Stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan berbeda-beda secara vertikal.
  4. Astried S. Susanto (98 ; 1983)
    Stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antarmanusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang, setiap saat mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan orang secara vertikal maupun mendatar dalam masyarakatnya.
  5. D. Hendropuspito OC (109 ; 1990)
    Stratifikasi sosial adalah tatanan vertikal berbagai lapisan sosial berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan.
 3 cara memperoleh status:
  • Ascribe Status, merupakan kedudukan yang di peroleh seseorang melalui kelahiran. 
  • Achived Status, merupakan status atau kedudukan seseorang yang diperoleh melalui usaha-usaha yang disengaja. 
  • Assigned Status, merupakan status atau kedudukan yang diberikan. 

Sifat Stratifikasi Sosial:

a.
Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)
http://110.138.206.53/bahan-ajar/modul_online/sosiologi/MO_51/images/sos203_08.gif
Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas vertikal. Walaupun ada mobilitas tetapi sangat terbatas pada mobilitas horisontal saja. Contoh: 
-
Sistem kasta. 
Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana.
-
Rasialis. 
Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih.
-
Feodal. 
Kaum buruh tidak bisa pindah jaji majikan.
b.
Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification)


Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Contoh:
-
Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.
-
Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh pendidikan asal ada niat dan usaha.
c.
Stratifikasi Sosial Campuran

Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya, seorang Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta. 



BAB 2

        Konflik

        Konflik adalah pertentangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

  •                 Soerjono Soekanto : Suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan /atau kekerasan.
  • Gillin and Gillin : konflik adalah bagian dari sebuah proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan fisik, emosi , kebudayaan dan perilaku.
                Berdasarkan Sifatnya :
  • Konflik destruktif, merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang , rasa benci dan dendam dari seseorang ataupun kelompok orang . Pada titik tertentu konflik ini dapat merusak atau menghancurkan sebuah hubungan (merugikan)
  • Konflik konstruktif, merupakan konflik yang bersifat fungsional, konflik ini muncul karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu permasalahan. Konflik ini menghasilkan konsesus dari perbedaan pendapat menuju sebuah perbaikan (membangun).
a.       Konstruktif
1)    Menambah inisiatif & aktivitas
2)    Meningkatkan intensitas usaha
3)    Meningkatkan kebersamaan/kerjasama kelompok
4)    Mengurangi ketegangan pribadi
5)    Mengurangi sikap apatis

b.       Distruktif
1)    Perasaan cemas/stres
2)    Komunikasi berkurang
3)    Persaingan tidak  sehat
4)    Komitmen u/ mencapai tujuan tdk ada
5)    Ledakan konflik hingga isitindakan anarkis.


Bentuk konflik:
1)    Konflik pribadi
2)    Konflik kelas social
3)    Konflik ras
4)    Konflik internasional
                                Macam konflik:
1)    Konflik antar individu
2)    Konflik antar kelompok
3)    Konflik antar ras
4)    Konflik antar kelas social
5)    Konflik antar elite politik

Management konflik:
1)    Bersikap tidak acuh
2)    Menekan
3)    Menyelesaikan
Gaya manajemen konflik:
1)    Tindakan menghindari
2)    Kompetisi
3)    Kompromi
4)    Akomodasi
5)    Kolaborasi
Penyelesaian konflik (akomodasi)
1)    Gencatan senjata
2)    Arbitrasi (melalui pihak k3)
3)    Konsiliasi (mempertemukan 2 belah pihak yg  berselisih)
4)    Ajudikasi (melalui pengadilan)
5)    Stalemate (berhenti k/ kekuatan sama)
6)    Kompromi (mencari jalan damai)
7)    Integrasi (pendapat yg brbeda didiskusikan u/ keputusan yg memuaskan kedua  belah pihak)

Dampak Sebuah Konflik

Dampak sebuah konflik memiliki 2 sisi yang berbeda yaitu dilihat dari segi positif dan dari segi negatif.
Segi positif dari konflik adalah sebagai berikut:
  1. Konflik dapat memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau masih belum tuntas di telaah.
  2. Konflik memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nila-nilai, serta hubungan-hubungan sosial dalam kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu atau kelompok.
  3. Konflik meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain.
  4. Konflik merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu dan kelompok.
  5. Konflik dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma baru.
  6. Konflik dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat.
  7. Konflik memunculkan sebuah kompromi baru apabila pihak yang berkonflik berada dalam kekuatan yang seimbang.
  8. Solidaritas anggota menjadi kuat

Segi negatif dari konflik :
  1. Keretakan hubungan antarindividu
  2. Korban jiwa dan harta benda
  3. Perubahan kepribadian individu
  4. Munculnya dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah.
  5. Rusaknya persatuan kelompok
BAB 3
Mobilitas Sosial
Pengertian: perpndahan orang/kelompok dr struktur social yg satu dg yg lain
Pengertian menurut Ahli : 



a.       Paul B. Horton, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya. • 
b.      
 Kimball Young dan Raymond W. Mack, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya. 
Bentuk
1. Mobilitas vertikal
Mobilitas Vertika : adalah perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok orang pada lapisan sosial yang berbeda.
Mobilitas vertikal mempunyai dua bentuk yang utama :

a.       Mobilitas vertical ke atas (Sosial Climbing) Sosial climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang
Sosial climbing memiliki dua bentuk, yaitu :


·         Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi, dimana status itu telah tersedia. Contoh: A adalah seorang guru sejarah di salah satu SMA. Karena memenuhi persyaratan, ia diangkat menjadi kepala sekolah. 
·         Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi dari pada lapisan sosial yang sudah ada. Contoh: Pembentukan organisasi baru memungkinkan seseorang untuk menjadi ketua dari organisasi baru tersebut, sehingga status sosialnya naik. 

Penyebab sisial climbing:
  •  Melakukan peningkatan prestasi kerja 
  • Menggantikan kedudukan yang kosong akibat adanya proses peralihan generasi


B. Mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking) Sosial sinking merupakan proses penurunan status atau kedudukan seseorang. Proses sosial sinking sering kali menimbulkan gejolak psikis bagi seseorang karena ada perubahan pada hak dan kewajibannya.

Social sinking dibedakan menjadi dua bentuk :

  •  Turun nya kedudukan seseorang ke kedudukan lebih rendah. Contoh: seorang prajurit dipecat karena melakukan tidakan pelanggaran berat ketika melaksanakan tugasnya. 
  • Tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial. Contoh Tim Juventus terdegradasi ke seri B. 
Penyebab sosial sinking adalah sebagai berikut.:

  •  Berhalangan tetap atau sementara.
  •  Memasuki masa pensiun. 
  • Berbuat kesalahan fatal yang menyebabkan diturunkan atau di pecat dari jabatannya. 


2. Mobilitas Horizontal
Perpindahan status social seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan social yang sama.

dibedakan menjadi2:
  • Mobilitas social antar wilayah/ geografis Gerak sosial ini adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain seperti transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi.Cara untuk melakukan mobilitas sosial 
  • Mobilitas social antar generasi