Saturday, December 21, 2013

Resensi Buku Ilmu Pengetahuan

Resensi Buku Ilmu Pengetahuan
                       
   
Judul Buku      : Anatomi Katak
2.      Penulis             : A. Mahardono
                           S. Pratignyo, Ir
                           S. Iskandar, Drs
3.      Cetakan           : Pertama
4.      Tebal Buku      : 34 Halaman
5.      Panjang Buku  : 22cm
6.      Lebar Buku     : 15,5cm

Anatomi Katak
Katak adalah salah satu contoh jenis hewan amfibi. Dilihat dari sudut evolusi, hewan amfibi merupakan peralihan antara hewan air (ikan) dan hewan darat (reptile). Oleh sebab itu, kehidupannya dimulai dengan lingkungan air (berudu) dan setelah mengalami metamorphosis, akan hidup dengan lingkungan darat. Katak memiliki banyak jenis dimana setiap katak dewasa memerlukan tempat yang basah atau lembab.
Dalam hal tersebut, Buku Seri Penunjang Kegiatan dan Ketrampilan ini dimaksudkan untuk mengisi dan melengkapi khazanah bibliografi biologi. Dalam rangka pembaharuan pengajaran, senantiasa terdengar anjuran-anjuran supaya para siswa diberikan kesempatan yang luas untuk belajar mandiri. Dengan demikian, buku ini diharapkan mampu menunjang pelajaran biologi untuk para siswa.
Buku Seri Penunjang Kegiatan dan Ketrampilan karya A. Mahardono, Ir. Pratignyo, dan Drs. Iskandar ini membahas dan menampilkan anatomi katak secara rinci dan menyeluruh. Dalam setiap bagian anatomi yang dijelaskan dilengkapi dengan gambar yang jelas dan menarik, sehingga memudahkan pembaca dalam memahami setiap bagian antomi yang dijelaskan. Selain tebal buku yng cukup tipis, kelebihan lain dari buku ini adalah dengan disertakannya indeks untuk setiap bagian anatomi katak. Buku ini memang memiliki banyak kelebihan, hanya saja, bahasa  yang digunakan dalam buku ini kurang efektif dan masih bertele-tele. Penulisannya juga belum memenuhi ketentuan EYD. Kertas yang digunakan juga kurang menarik, alangkah baiknya jika buku tersebut dicetak dengan menggunakan ketas hvs. Satu lagi kekurangan dari buku ini, cover yang digunakan terlalu biasa dan terkesan monoton, seharusnya cover dibuat lebih baik lagi supaya dapat menarik minat pembaca. Semestinya buku ini dapat dibuat lebih baik dan lebih sempurna lagi. Tapi sejauh ini, buku yang berjudul “Anatomi Katak“ ini sudah cukup baik dan patut dibaca karna di dalamnya terdapat cukup banyak informasi. 


(ResenSator      : Pristyanti R.J/14/XII IPS3)

Resensi Buku Fiksi

                                                                                                               

JINGGA  DALAM  ELEGI



·         Pengarang                : Esti Kinasih               
·         Genre                      : Drama
·         Tempat Terbit         : Jakarta
·         Tahun terbit            : 2011
·         Cetakan ke              :1
·         Nomor ISBN            : 978-979-22-6647-4
·         Penyunting               : Vera, Hetih,Ike, Anas
·         Harga                      : -
·         Penerbit                  : Gramedia
·         Tebal                      : 392 hlm
·         Lebar                      : 13,5cm
·         Panjang                    : 20cm


            Novel ini adalah novel ke-2 dari trilogi Jingga dan Senja . Dalam novel Jingga dalam Elegi ini, rahasia besar Ari sang pentolan sekolah satu per satu akan terkuak. Pada bagian akhir, Ari akan bertemu dengan ibu dan kembarannya Ata yang sudah 9 tahun tidak bertemu setelah perpisahan kedua orang tuanya.
          Sejak peristiwa pagi hari saat Ari melihat mata Tari yang bengkak, Ari menjadi penasaran mengenai penyebab Tari menangis, apakah hanya karena Ari menghapus nomor HP Ata dari HP Tari, ataukah karena Angga yang notabennya musuh bebuyutan Ari? Jika penyebabnya Angga, Ari ingin mengetahui apa yang telah diperbuat Angga terhadap Tari. Setelah kepergian Angga, akhirnya Tari menemukan a shoulder to cry on pengganti Angga dalam diri Ata. Perlahan-lahan Tari bisa melupakan Angga karena kehadiran Ata. Sikap Ari yang bertolak bel;akang dengan Ari membua Tari merasa nyaman dengan Ata. Ari merasa bahwa musuhnya sekarang bukan Angga melainkan Ata kembarannya sendiri. Ari mulai geram dan berniat menyudahi kebohongan yang dibuatnya. Kebohongan itu adalah dengan menyamar sebagai Ata kembaran Ari. Setelah Ari melontarkan pengakuan kepada Tari, sikap Tari terhadap Ari semakin sinis. Tari marah besar terhadap Ari sampai akhirnya ia mengerti mengapa Ari bisa melakukan hal itu. Suatu hari saat Ari pulang dari rumah Tari, secara tidak sengaja ia menemukan kembali rumah lamanya setelah ia mengikuti jalan pintas yang ditunjukkan Ibu Tari. Kejadian itu membuat luka di dalam hati Ari kembali muncul. Saat Ari hampir kehilangan kesadaran, muncul Tante Lydia. Tante Lydia kemudian mengajak Ari untuk ke rumahnya serta menceritakan semua tentang Ibu dan Ata kembaran Ari. Saat Ari menemukan kado-kado dari Ibu dan Ata yang dititipkan kepada Tante Lydia, Ari menemukan nomor telepon Ibunya. Setelah beberapa kali mereka berkomunikasi, hari berikutnya Ibu dan Ata datang ke Jakarta untuk menemui Ari. Kerinduan yang amat dalam setelah 9 tahun berpisah akhirnya terbayar sudah, Ari dan Ibu serta saudara kembarnya kini telah bersama lagi.
            Novel Jingga dalam Elegi ini mampu membuat pembacanya ikut larut dalam suasana yang dialami tokoh dalam cerita. Kisah yang disajikan penulis seperti kejadian nyata. Sampul yang menarik dan tipe huruf yang digunakan menambah daya tarik novel ini sendiri selain cerita yang disajikan.
            Jenis kertas yang digunakan yaitu kertas buram kurang menarik karena selain warnanya yang kusam, kertas ini juga mudah sobek. Harga yang ditawarkan juga relative mahal yaitu sekitar Rp.50.000
            Novel Jingga dalam Elegi menggambarkan keadaan psikis seorang anak dari keluarga broken home yang berusaha bangkit dalam keterpurukan dan berusaha tegar dalam menjalani hidup. Dengan membaca novel ini, diharapkan kita bisa memahami keadaan psikis anak dari keluarga broken home.